Perkuat Penjaminan Mutu, Universitas Sapta Mandiri Gelar Audit Mutu Internal Berbasis IAPS 4.0
Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan tata kelola kelembagaan yang transparan dan terukur, Universitas Sapta Mandiri (UnivSM) sukses melaksanakan rangkaian Audit Mutu Internal (AMI). Fokus utama audit kali ini diarahkan pada evaluasi kesiapan akreditasi dengan mengacu pada instrumen IAPS 4.0 dan 18 standar SPMI yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek.
Dokumentasi AMI
BALANGAN – Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan tata kelola kelembagaan yang transparan dan terukur, Universitas Sapta Mandiri (UnivSM) sukses melaksanakan rangkaian Audit Mutu Internal (AMI). Fokus utama audit kali ini diarahkan pada evaluasi kesiapan akreditasi dengan mengacu pada instrumen IAPS 4.0 dan 18 standar SPMI yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek.
Pelaksanaan AMI ini merupakan siklus manajemen krusial bagi UnivSM untuk menemukan "ruang perbaikan" yang menjadi prioritas manajemen dalam meningkatkan efektivitas kegiatan lembaga.
Proses Audit yang Sistematis dan Terintegrasi
Ketua Tim Auditor UnivSM, Risqa Taufik, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa proses audit tahun ini dilakukan secara mendalam melalui dua tahap utama, yaitu Desk Evaluation (evaluasi dokumen) dan Site Visit (asesmen lapangan).
"Kami menerjunkan lima auditor internal bersertifikat untuk memastikan setiap data yang dilaporkan dalam LKPS dan LED selaras dengan fakta di lapangan. Audit ini bukan hanya soal administrasi, tapi bagaimana kita membangun budaya mutu agar setiap keputusan pimpinan didasarkan pada data riil," ujar Risqa.
Fokus pada Program Studi D-III Gizi
Salah satu unit kerja yang menjadi area audit adalah Program Studi D-III Gizi di bawah Fakultas Kesehatan. Berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilaksanakan pada 23-25 Juli 2025, tim auditor memberikan catatan apresiasi sekaligus evaluasi untuk perbaikan.
Ketua Prodi D-III Gizi, Mu'ayanah Hardiah, M.Gz., menyambut baik hasil temuan audit tersebut. Ia mencatat bahwa secara fundamental, prodi telah memiliki kekuatan pada aspek kurikulum dan kepuasan mahasiswa.
"Kami bersyukur aspek fundamental seperti dokumen kurikulum, RPS, dan rasio dosen sudah memenuhi standar nasional. Terkait temuan minor seperti kelengkapan SK tim penyusun VMTS dan dokumentasi notulensi, kami berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan administratif dalam waktu singkat agar persiapan akreditasi kami semakin matang," tegas Mu'ayanah.
Dukungan Fakultas dan Rencana Tindak Lanjut
Dekan Fakultas Kesehatan, Ns. Siti Indarti, S.Kep., M.Kes., menekankan bahwa hasil AMI ini akan menjadi bahan utama dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat universitas yang dijadwalkan pada 1 Juli 2025 mendatang.
"AMI adalah alat ukur kejujuran performa kita. Saya mengapresiasi kerja keras tim prodi dan para auditor. Kekurangan yang ditemukan, terutama terkait dokumentasi evaluasi kinerja dan rencana pengembangan SDM, akan segera kami tindaklanjuti di tingkat fakultas agar standar mutu kita tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi terimplementasi dalam layanan pendidikan," jelas Siti Indarti.
Ringkasan Hasil Audit
Secara umum, tim auditor menemukan 10 poin positif pada Prodi D-III Gizi, termasuk ketersediaan laboratorium penunjang dan pelaporan keuangan yang akuntabel. Namun, terdapat 8 temuan kategori observasi (OB) dan minor yang memerlukan perbaikan, antara lain:
Formalisasi pengesahan VMTS Fakultas dan Prodi.
Peningkatan keterlibatan dosen dalam kegiatan penelitian.
Digitalisasi dokumentasi evaluasi kinerja dosen dan tendik secara periodik.
Dengan selesainya rangkaian AMI ini, Universitas Sapta Mandiri semakin optimis dalam menghadapi target akreditasi unggul dan terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat di Kalimantan Selatan.